Kamis, 07 Januari 2016



ASBABUN NUZUL JUZ 30
·         Surat Ke – 102 At-Takaatsur ayat 1-8

Ibnu Hatim yang bersumber dari Ibnu Buraidah meriwayatkan bahwa ayat ini (1-2) turun berkenaan dengan dua kabilah Anshar, bani Haritsah dan Bani Harits yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya. Mereka saling Tanya: “Apakah kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si anu?” mereka saling menyombongkan diri dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka juga saling mengajak pergi ke kuburan untuk menyombongkan kepahlawanan golongannya yang sudah gugur, dengan menuju ke kuburannya. Ayat ini (1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megahan sehingga ibadahnya kepada Allah terlalaikan.
Dalam riwayat Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ali dikemukakan bahwa ‘Ali pernah berkata: “Pada mulanya kami sangsi tentang siksa kubur. Setelah turun ayat ini (1-4), hilanglah kesangsian itu.”
·         Surat Ke -103 Al-Ashr  ayat 1-3
Asbabun nuzul surat al Ashr adalah kebiasaan bangsa arab apabila tiba waktu sore, mereka sering duduk_duduk tanpa ada aktifitas, mereka bercakap_cakap membicarakan urusan kehidupan dunia dan bercerita tentang urusan dunia pula. Mereka menceritakan tentang kemegahan asal_usul nenek moyang, kedudukan, kekayaan, kejayaan hidup dll. Sehingga bisa mengakibatkan pertengkaran, muncul rasa iri yg menimbulkan pertikaian, permusuhan dalam masyarakat. Melihat keadaan demikian sebagian mereka ada yg menyalahkan waktu ashar atau waktu sore, dengan mengatakan bahwa waktu ashar adalah waktu yg celaka atau waktu naas, sehingga mereka mengatakan waktu sore banyak bahayanya.
Demikian menurut penjelasan Syekh Muhammad Abduh.
Berkenaan dengan keadaan itu, turunlah surat Al Ashr yg memberi penjelasan bahwa waktu ashar tidak salah, kesalahannya terletak pada manusia yg menggunakan waktu ashar untuk hal_hal yg tidak benar.
·         Surat Ke -104 Al-Humazah  ayat 1-9
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Utsman dan Ibnu ‘Umar bahwa ‘Utsman dan Ibnu ‘Umar berkata: “Masih segar terngiang di telinga kami bahwa ayat ini (al-Humazah : 1-2) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf, seorang tokoh Quraisy yang kaya raya, yang selalu mengejek dan menghina Rasul dengan kekayaannya.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa ayat ini (al-Humazah 1-3) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu mengejek dan mengumpat orang. Ayat tersebut turun sebagai teguran terhadap perbuatan seperti itu.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari seorang suku Riqqah bahwa ayat ini (al_Humazah: 1-3) turun berkenaan dengan Jamil bin ‘Amir al-Jumhi, seorang tokoh musyrik yang selalu mengejek dan menghina orang.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Ishaq bahwa Umayyah bin Khalaf selslu mencela dan menghina Rasulullah apabila berjumpa dengannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Humazah: 1-9) sebagai ancaman siksa yang sangat dasyat terhadap orang-orang yang mempunyai anggapan dan berbuat seperti itu.

·         Surat Ke -105 Al-Fill  ayat 1-5
Abdul Muthallib kembali kepada orang-orang Quraisy dan memberi tahu kepada mereka tentang tentera bergajah pimpinan Abrahah. la perintahkan mereka supaya keluar dari Mekah dan berlindung ke atas gunung-gunung. Kemudian ia berdiri dan bergantung di pintu Ka’bah. Segolongan orang Quraisy berdiri bersamanya berdoa kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya. Abrahah menghadapkan pasukan dan gajahnya ketika telah tiba di sekitar Mekah, tetapi gajahnya lantas menderum di luar kota Mekah dan tidak mau memasukinya. Mereka berusaha keras untuk memasuki kota Mekah, tetapi tidak berhasil. Hal itu diterangkan juga oleh Rasulullah saw. Melalui sabda beliau pada waktu peristiwa Hudaibiah ketika unta beliau al-Qashwa’ menderum di luar kota Mekah.

Maka, orang-orang berkata, “Al-Qashwa’ mogok.”  Lalu Rasulullah bersabda, “Al-Qashwa’ tidak mogok dan dia tidak diciptakan untuk mogok. Akan tetapi, dia ditahan oleh yang menahan gajah dahulu.”Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Rasulullah S.A.W  bersabda pada waktu pembebasan kota Mekah (Fat-hu Makkah),

Nah, itu adalah peristiwa yang pasti bahwa Allah telah menahan gajah itu dari memasuki Mekah pada waktu peristiwa gajah.Kemudian Allah hendak membinasakan pasukan itu beserta komandannya. Maka, dikirimkan-Nyalah kepada mereka beberapa rombongan burung yang melempari mereka dengan batu-batu yang berasal dari tanah liat dan dari batu-batu gunung, sehingga mereka menjadi seperti daun-daun kering yang terobek robek, sebagaimana diceritakan oleh Al-Qur’anul-Karim. Abrahah pun tekena lemparan di tubuhnya. Mereka membawanya dalam keadaan jari-jarinya terputus satu demi satu, hingga sampai di Shan’a. Maka, ia tidak mati sehingga dadanya terbelah dan kelihatan hatinya, sebagaimana diceritakan dalam beberapa riwayat.
·         Surat Ke -106 Al-Quraisy  ayat 1-4
Orang Quraisy biasa Mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. ini adalah suatu nikmat yang Amat besar dari Tuhan mereka. oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah mengutamakan kaum Quraisy dengan tujuh perkara…”sampai akhir hadits. Di dalam hadits tersebut disebutkan : “…. Diturunkan satu surat khusus berkenaan dengan mereka (kaum Quraisy),  dan di dalam surat tersebut tidak disebut kaum lain”, yaitu surat 106 Quraisy ayat 1-4.

·         Surat Ke -107 Al-Ma’un  ayat 1-7
Ayat 1 sampai 3 diturunkan setelah terjadi peristiwa menyembelih hewan untuk pesta kemudian anya anak yatim yang meminta minta oleh kafir quraisy tersebut bukannya diberi akan tetapi justru malah dibentak bentak dan diusir (demikian diterangkan dalam tafsir Quaisy Sihab)Kemudian ayat 4 sampai 7 turun berkenaan dengan orang orang Munafik yang memamerkan shalat kepada orang orang beriman; mereka melakukan shalat dengan riya' dan meninggalkannya jika tidak ada yang melihatnya serta menolak memberikan memberikan bantuan kepada orang miskin dan anak yatim. (Riwayat Ibnu Mundzir)
·         Surat Ke -108 Al-Kautsar  ayat 1-3
Hakam Ahmed ElChudrie
ayat itu turun pada hari Hudaibiyah pada saat melakukan perjanjian damai dengan orang2 quraisy. kemudian dikatakan kepada Nabi Muhammad saw, "Shalatlah dan Sembelihlah hewan hadiah." oleh karenanya, suart tersebut termassuk dalam surat madaniyah..
·         Surat Ke -109 Al-Kafirun  ayat 1-6
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala. (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
·         Surat Ke -110 an- Nashr  ayat 1-3

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrozzaq did lam kitab al-Mushannaf, dari Ma’mar yang bersumber dari az-Zuhri, bahwa ketika Rasulullah saw memasuki kota Makah saat Fathu Makkah, Khalid bin Walid diperintahkan untuk memasuki Makah dari jurusan dataran rendah untuk menggempur pasukan Quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya setelah memperoleh kemenangan. Maka berbondong-bondonglah kaum Quraisy masuk Islam. Surat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai perintah untuk memuji syukur dengan memahasucika Allah atas kemenangan yang telah diraih dan meminta ampunan atas segala kesalahan yang telah dilakukan.

·         Surat Ke -111 al-Lahab ayat 1-5
Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa suatu ketika Rasulullah saw naik ke bukit Shafa sambil berseru :”Mari berkumpul pada pagi hari ini !” maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah bersabda :”Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya padaku?” Kaum Quraisy menjawan: “Pasti kami percaya”. Rasulullah bersabda: “Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dasyat akan datang.” Berkatalah Abu Lahab:”Celakalah engkau ! apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami ?” Maka turunlah ayat ini (surat Al-Lahab ayat 1-5). Berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan menimpa orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Isra-il, dari Abu Ishaq, yang bersumber dari orang Hamdan yang bernama Yazid bin Zaid. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah, bahwa istri Abu Lahab menyebarkan duri-duri yang hendak dilalui oleh Nabi Muhammad saw. Maka surat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan bahwa orang yang menghalang-halangi dan menyebarkan permusuhan terhadap Islam akan mendapat siksa Allah swt.

·         Surat Ke -112 al-Ikhlas ayat 1-4

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Khuzanah, dari Abul ‘Aliyah, yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab. Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw, dengan berkata, “Jelaskan kepada kami sifat-sifat Rabb-mu.” Ayat Al-Ikhlash 1-4 ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin

·         Surat Ke-113 Al Falaq ayat 1-5
·         Surat Ke-114 An-Nas ayat 1-6

    Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah Saw, pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk disebelah kepalanya dan yang satunya lagi disebelah kakinya. Berkatalah malaikat disebelah kakinya kepada yang ada disebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat ?" Ia berkata : "Dia kena guna-guna". "apa guna-guna itu?". "guna-guna itu sihir". "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab : "Labid bin al-A'sham Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan disumur keluarga si Anu,dibawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah".
    Pada pagi hari Rasulullah Saw, mengutus 'Ammar bin Yasir dengan kawan-kawanya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungannya terus dibakar dan ternyata di dalam gulungann itu ada tali yang terdiri dari sebelas simpul. Kedua surat ini (Q.S 113 dan Q.S 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya.

Diriwayatkan oleh al-baihaki didalam kitab Dala'ilun Nu-buwah dari al-kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.

Keterangan : 
   Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat Hadist) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.
   Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum yahudi membuat makanan bagi Rasulullah Saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu, maka turunlah Jibril membawa dua surat ini (Q.S 113 dan Q.S 114) dan membacakan ta'udz.
   Seketika itu juga Rasulullah Saw, keluar menemui sahabat-sahabatnya dalam keadaan sehat wal'afiat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar