Kamis, 07 Januari 2016



MAKALAH HIJRAH NABI SAW KE TAIF
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kepada Allah S.W.T yang mana telah melimpahkan nikmat kepada kita terutama nikmat yang paling besar yaitu nikmat Iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita yakni Nabi Muhammad saw., juga tak lupa kepada keluarga-Nya, sahabat-sahabat-Nya, tabi’in itbauttabi’in dan seluruh umat yang setia mengikuti ajaran-Nya semoga mendapatkan syafaat di yaumul jaza wal hisab amiin.
Penulis bersyukur kepada Allah swt. karena berkat limpahan Taupik dan Hidayah serta Inayah-Nya penulis dapat menyusun makalah dengan judul “KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW.”, penulis juga berterima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih dalam batas minimal sehingga terdapat banyak sekali kekurangan atau jauh dari kesempurnaan, berhubungan dengan wawasan atau ilmu yang penulis miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif atau yang dapat membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikan penulisan selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca.




                                                                                    Sago,14 november 2014

        Penulis

     Kelompok II          
              


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………….......................……............ ii
DAFTAR ISI ………………………………………………….............
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................................
B.      Rumusan Masalah.......................................................................................
C.     Tujuan..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
Lanjutan dari makalah sebelumnya.
            F. Hijrah nabi Muhammad ke taif
G.Isra’mi’raj
H.Tamsil dan Hikmah isra’mi’raj
I.Perbedaan kerasulan Muhammad saw.dengan rasul-rasul sebelumnya.
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan..................................................................................................
3.2  Saran.............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah

Nabi Muhammad saw. merupakan suri tauladan atau uswah hasanah bagi umat islam. Sebagai umat islam kita ditungtut untuk mengetahui sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. membawa umat manusia dari zaman jahiliah ke zaman kepintaran, dari zaman kegelapan ke zaman terang benderang, dan dari biadab menjadi beradab.
Perjuangan Nabi Muhammad itu tidak berjalan dengan mulus tapi banyak rintangan dan tantangan yang terus menghampiri, contohnya hinaan, cemoohan, makian, dan siksaan dari orang-orang kafir yang tidak menerima ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. walaupun demikian Nabi Muhammad saw. tetap tegar dan tidak menyerah sekalipun tantanganya itu sangat berat untuk dihadapi. Jadi, Nabi Muhammad saw. rela mengorbankan harta, jiwa, dan  raganya dalam menegakan ajaran islam.
B.            Rumusan Masalah
                  1.               Bagaimana nabi Muhammad saw hijrah ke taif?
                  2.               Bagaimana peristiwa isra’mi’raj nabi Muhammad saw.?
          3.         Apa saja tamsil dan hikmah isra miraj?
          4.         Apa perbedaan kerasulan nabi Muhammad saw.dengan rasul sebelumnya?
C.    Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan sebagai berikut :
                  1.               Supaya kita tahu bagaimana hijrah nabi Muhammad ke taif
                  2.              Agar kita tahu bagaimana peristiwa isra miraj nabi Muhammad saw.
          3.         Agar kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa isra miraj
          4.         Agar kita dapat membedakan kerasulan nabi muhamad saw dengan rasul sebelumnya.
                  3.               Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Kebudayaaan Islam (SKI)


BAB II
PEMBAHASAN

F. Nabi Muhammad SAW Hijrah ke Taif
            Penghinaan dan penganiayaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin oleh orang-orang kafir quraisy sudah melampaui batas. Menghadapi masalah ini, Rasulullah SAW merencanakan berdakwah ke luar kota Makkah. Tujuan Rasulullah SAW adalah:
1.      Memperluas ajaran islam ke luar kota Makkah
2.     Menghilangkan kesedihan etelah ditinggal oleh Khadijah dan Abu Tholib
3.    Memperluas tempat yang lebih aman untuk dijadikan pusat dakwah islam.
Rasulullah SAW memutuskan akan mengadakan perjalanan ke negeri Taif, yaitu sebuah kota yang teletak kira-kira 60 km di sebelah selatan Makkah.Berangkatlah Rasulullah SAW ditemani Zaid bin sabith menuju Taif secara diam-diam. Setibanya di Taif Rasulullah SAW langsung menemui para pemimpin dan penduduk Taif. Kepada mereka, beliau menceritakan ajaran agama islam dan mengajak penduduk Taif untuk menyembah Allah SWT dan meninggalkan meyembah berhala.seorang pun penduduk Taif yang masuk islam. Sebaliknya  mereka mengejar- ngejar Rasulullah sambil melempari batu. Akibatnya, beliau menderita luka-luka di badan dan kedua tumit kakinya berdarah
Setelah penduduk taif tidak lagi menejar, Rasulullah SAW ditemani Zaid beristirahat dan berteduh di kebun Anggur sambil membersihkan darah yang mengalir dari lukanya. Pada saat itu, datang Malaikat jibril dan Malaikat gunung untuk dmemohon agar Rasulullah mengizinkannya untuk membalas perlakuan penduduk Taif. Rasulullah menolak. Beliau tetap bersabar. Kemudian, Rasulullah mendoakan penduduk Taif agar kelak mereka sadar dan mengikuti ajaran islam.Pemilik kebun anggur tempat Rasulullah beristirahat adlah seorang Yahudi. Ia mengetahui di kebunnya ada Rasul Allah sedang beristirahat. Ia menyuruh tukang kebunnnya yang bernama Addas untuk membawakan setangkai anggur kepada Rasulullah.
Ketika Rasulullah menerima anggur tersebut, beliau mengucapkan “Alhamdulillah”, dan sebelum memakannya beliau membaca “bismilahir rahmanirahim”. Addas merasa heran karena yang diucapkan tadi sama dengan yang sering diucapkan olehnya. Ia belum pernah mendengar penduduk Taif mengucapkannya.Kemudian Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat al quran yang berisi tentang kisah Nabi Yunus AS. Addas sangat terharu kemudian tanpa ragu-ragu ia menyatakan masuk islam.
Kemudia makum musyrikin berdebat terhadap rasul mereka menuntut beebrapa mukjizat tertentu darinya untuk menundukkan beliau,dan hal ini terjdi berulang kali.pernah suatu kali,mereka meminta agar beliau dapat membelah bulan menjadi dua,lalu beliau memohon kepada allah,untuk  memperlihatkan kepada mereka.Kaum Quraisy menyaksikannya,tetapi tetap saja mereka tidak beriman dan tetap pada kekafirannya.peristiwa terbelahnya bulan ini,seakan-akan sebagai pembuka bagi sesuatu yang lebih besar darinya,yaitu perisitiwa isra’mi’raj.
RINCIAN NYA
- Gambaran Kota Taif :
a. berada 65 km di sebelah Tenggara Kota Makkah
b. tanahnya sangat subur karena terletak di lembah pegunungan Asr dan Al Hada
c. termasuk Qaryataini : Kota Makkah dan Taif (dalam QS Az Zuhruf : 31)
d. didiami oleh Bani Tsaqif yang terdiri dari 2 suku : Bani Ahlaf (menguasai bidang diplomasi, militer dan penyembahan berhala) dan Bani Malik (menguasai bidang ekonomi dan pertahanan sebagai tuan-tuan tanah)
- Tujuan Dakwah Ke Taif yaitu memperluas ajaran Islam, menghilangkan kesedihan Nabi karena ditinggal wafat istrinya (Khadijah) dan Abu Thalib (paman Nabi Muhammad SAW), menemukan tempat yang lebih aman.
- Saudara nabi yang berada di kota Taif : Kinanah (Abdu Jaffi), Mas’ud (Abdu Kulal), Hubaib.
- Rasulullah berangkat ke Taif dengan jalan kaki ditemani Zaid bin Haritsah.
- Menetap di Taif selama 10 hari. Akan tetapi, Dakwah beliau ditolak oleh penduduk Taif, dan beliau tidak berputus asa.
- Rasulullah berlindung di kebun kurma milik Rabi’ah. Dan ditemui oleh budaknya, Addas yang berasal dari Niniveh. Rasulullah menyatakan bahwa beliau adalah saudara dari Yunus bin Matta, dan beliau adalah seorang Nabi.
- Aksyabaini adalah dua gunung yang berada di Kota Makkah yaitu Abu Qubais dan Qaiqa’an.
- Rasulullah meminta perlindungan kepada beberapa orang,
Akhnas bin Syariq dari Bani Zuhrah ditolak.
Suhail bin Amr dari Bani Amir ditolak.
Mut’im bin Adi dari Bani Naufal diterima.
G. ISRA MIRAJ
A.     Pengertian Isra’ Mi’raj        
            Isra’ Mi’raj (Arab : الإسراء والمعراج, al-’Isrā’ wal-Mi‘rāj) adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh  Nabi Muhammad  dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam , karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat  lima waktu  dalam sehari semalam.
            Isra’secara etimologi atau menurut bahasa artinya berjalan di waktu malam.
            Isra’ secara terminologi atau menurut istilah artinya perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. diwaktu malam hari dari masjidil Haram (di Makkah) ke masjidil Aqsha artinya masjid yang        jauh (di Palestina).
            Mi’roj secara etimologi atau menurut bahasa artinya tangga, atau alat untuk naik dari bawah ke atas.
            Mi’raj secara terminologi atau menurut istilah adalah perjalanan nabi saw dari alam bawah (bumi) ke alam atas (langit) sampai langit yang ke tujuh sampai ke sidratul muntaha, yakni dari Masjidil Aqsha di Palestina naik ke alam atas melalui beberapa langit dan ke sidratul muntaha dan terakhir sampai ke Arasyi dan Kursy dimana beliau menerima wahyu dari Allah yang mengandung perintah shalat lima waktu.
B.     Masa Terjadinya Isra’ Mi’raj.
            Sedangkan tahun terjadinya Isra’ Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Yaitu pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Wallahu a’lamu bis-shawab…
Kronologi Terjadinya Isra’ Mi’raj
Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril menaiki Buraq, yaitu kendaraan yang sangat cepat. Perjalanan mereka pertama yaitu menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Selama perjalanan mereka singgah di lima tempat yaitu:
1. Kota Yastrib, sekarang disebut Madinah Al-Munawarah
2. Kota Madyan, yaitu tempat persembunyian Nabi Musa ketika dikejar tentara Fir’aun.
3. Thur Sina, yaitu tempat Nabi Musa menerima kitab Taurat.
4. Bethlehem, yaitu tempat kelahiran Nabi Isa AS
5. Masjidil Al-Aqsa di Palestina, yaitu tempat yang dituju dalam perjalanan malam tersebut.
Suatu hari malaikat Jibril datang  menemui Nabi dan kemudian didatangkan buraq, 'binatang' berwarna putih yang lebih besar daripada keledai. Sekali melangkah langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. 
Nabi  menambatkan buroqnya dengan tali dimana para nabi sering menambatkan kendaraannya di  tempat itu. Kemudian Nabi Muhammad SAW salat dua rakaat di Baitul Maqdis, setelah selesai sholat beliau keluar dan Jibril mendatanginya dengan membawa segelas khamer (minuman keras) dan segelas susu. Nabi Muhammad SAW memilih susu. Kata malaikat Jibril, "Engkau dalam kesucian, sekiranya kau pilih khamer, sesatlah ummat engkau."
            Dengan buraq pula Nabi SAW melanjutkan perjalanan bersama Jibril naik ke langit . Setelah sampai di langit yang pertama,Jibril meminta kepada malaikat penjaga agar dibukakan pintu langit tersebut, meraka ditanya oleh malaikat penjaga langit, “Siapakah kamu?” Jibril Menjawab:”Saya Jibril” kemudian malaikat penjaga langit bertanya kembali,”Dan siapa yang bersamamu?” Jibril menjawab,”Saya bersama Muhammad”, ditanyakan lagi “Apakah Muhammad sudah diutus oleh Allah untuk datang kesini?”, Jibril menjawab lagi,”ya,Muhammad sudah diutus oleh Allah”. Kemudian dibukakanlah pintu langit tersebut, setelah mereka masuk ke langit yang pertama itu, dijumpainya Nabi Adam. Nabi Adam menyambutnya dengan hangat dan mendoakan baginya kebaikan. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua, dii langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, dan Nabi Musa di langit ke enam. Di setiap langit, Jibril meminta kepada malaikat penjaga langit agar dibukakan pintu langit tersebut, mereka juga ditanya oleh penjaga masing-masing langit dengan pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan pada waktu di langit yang pertama tadi.Nabi-nabi tersebut menyambutnya dengan hangat dan juga mendoakan kebaikan sebagaimana yang dilakukan nabi Adam tadi. Kemudian Nabi bersama Jibril melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh,di sana nabi menjumpai nabi Ibrahim yang sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Ma’mur.Baitul Ma'mur adalah tempat 70.000 malaikat shalat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.      
            Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah suatu tempat yang sangat indah, yang tidak bisa dibayangkan keindahannya oleh seorangpun.Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam .Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat dan sungai Nil. Lalu Jibril membawa tiga gelas berisi khamr, susu, dan madu, dipilihnya susu. Jibril pun berkomentar, "Itulah (perlambang) fitrah (kesucian) engkau dan ummat engkau." Jibril mengajak Nabi melihat surga yang indah.
            Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib. Mulanya diwajibkan salat lima puluh kali sehari-semalam.Kemudian Nabi menemui Nabi Musa,dan Nabi Musa menyuruh nabi untuk meminta keringanan kepada Allah, karena Nabi musa pernah memerintahkan hal itu kepada Bani Israil,dan mereka tidak sanggup menjalankannya. Sehingga Nabi Musa yaqin bahwa ummat Nabi Muhammadpun tidak sanggup menjalankannya. Atas saran Nabi Musa, Nabi SAW meminta keringanan dan diberinya pengurangan sepuluh- sepuluh setiap meminta.Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi Muhammad kembali menemui Musa dan mengatakan bahwa sholat wajib itu menjadi 5x shalat dalam sehari. Nabi Musa masih menyuruh Nabi Muhammad agar kembali kepada Allah untuk meminta keringanan, Namun nampaknya Nabi Muhammad enggan dan malu kepada Allah untuk  meminta keringanan ."Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman, "Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya (menjadi 5x shalat) atas hamba-Ku. Setiap satu sholat (sebagai pengganti dari ) sepuluh sholat, sehingga genaplah 50 kali sholat. Barang siapa berniat melakukan kebaikan dan tidak melakukannya, maka diulis baginya satu kebaikan.Dan barang siapa yang berniat kebaikan kemudian dia melakukannya,maka ditulis baginya sepuluh kebaikan.Dan barang siapa berniat keburukan,dan ia tidak melakukannya,maka tidak ditulis baginya satu keburukan. Dan barang sapa yang berniat keburukan.
kemudian dia mngerjakannya, maka ditulis baginya satu keburukan”.Kemudian nabi pulang dari langit pada malam itu ke Masjidil Haram di Makkah.

H.HIKMAH DAN TAMSIL ISRA’MI’RAJ               
  Hikmah Isra’ Mi’raj
Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isro’ dan Mi’roj:
A.    Menjaga Sholat 5 Waktu: Allah SWT memberikan hadiah sholat 5 waktu kepada Nabi Muhammad dan umatnya supaya kita bisa ’berjumpa’ dengan Allah SWT melalui sholat, betapa besar cinta dan rindu Allah kepada kita sehingga kita diperintahkan untuk sholat 5 waktu. Sebagaimana hadits Rosulullah SAW diriwayatkan didalam Shahih Bukhari : “barang siapa yang melakukan shalat sungguh ia sedang berbicara dan bercakap-cakap dan menghadap Allah SWT”. Inniy wajjahtu wajhiya lilladziy fatharassamaawaati wal ardhi….dst “ sungguh kuhadapkan jiwaku, hatiku, wajah hati ku, kepada yang menciptakan langit dan bumi yaitu Allah subhanahu wata'ala..”
B.     Mempercayai, membenarkan, dan meyakini semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW: Sebagaimana Sahabat Abu Bakar ash-Shidiq yang selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena pada hakikatnya semua apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW berasal dari Allah SWT, dan tidak keluar dari hawa nafsunya.
C.     Menghilangkan perasaan sedih dan gundah dalam diri Nabi Muhammad SAW yang disebabkan oleh meninggalnya pembelanya yang utama yaitu, pamanya Abu Thalib dan Istrinya Khadijah. Allah SWT ingin menyakinkan utusanNya itu bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh apapun dan siapapun.
D.    Allah hendak memperlihatkan kemaha Kuasaan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW agar ia tetap yakin, bahwa Allah akan tetap menolongnya dalam menghadapi musuh-musuh yang menghalangi dan membendung penyiaran agama Islam.
E.     Allah mempertemukan dan memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dengan para Nabi dan Rasul terdahulu, agar dapat menambah semangat dan keyakinannya
F.      Allah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW bekas-bekas kejayaan bangsa-bangsa terdahulu yang hansur luluh karena kedurhakaan kepada Allah dan RasulNya.
G.    Menguji para pengikut Nabi, apakah mereka itu akan tetap beriman kepada agama yang selama ini sudah dianutnya, sekalipun akal dan pikiran mereka belum dapat mengerti dan memahami kejadian tersebut.
H.    Nabi Muhammad SAW dapat bertemu dengan hadirat Allah SWT
I.       Allah menyampaikan perintah melakukan shalat kepada Nabi dan Umatnya.

Tujuan Isra’ Mi’raj
            Tujuan yang sebenarnya dari Isra' dan Mi'raj adalah memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah dalam surat al Isra' ayat 1 ( لنريهمنآياتنا) Maknanya: "Agar kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami".serta mengagungkan beliau sebagai Nabi akhir zaman dan sebaik-baik nabi di antara para nabi, sekaligus sebagai penguat hati beliau dalam menghadapi tantangan dan cobaan yang dilontarkan oleh orang kafir Quraisy terlebih setelah ditinggal mati oleh paman beliau Abu Thalib dan isteri beliau Khadijah. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tujuan dari Isra' dan Mi'raj bukanlah bahwa Allah ada di arah atas, lalu Nabi naik ke atas untuk bertemu dengan-Nya. Karena Allah ada tanpa tempat dan arah, dan tempat adalah makhluk sedangkan Allah tidak membutuhkan kepada makhluk-Nya. Allah ta'ala berfirman :
 ( فإن الله غني عن العالمين (سورة آل عمران : 97
Maknanya : "Maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak membutuhkan) dari alam semesta". (Q.S. Ali-Imran : 97)
Allah tidak disifati dengan salah satu sifat makhluk-Nya seperti berada di tempat, arah atas, di bawahdan lain-lain. Juga perkataan Imam ath-Thahawi :
"Allah tidak diliputi oleh salah satu arah penjuru maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan,kiri, depan, belakang), tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut" (lihat al 'Aqidah ath-Thahawiyyah karya al Imam Abu Ja'far ath-Thahawi)
Hal ini merupakan ijma' ulama Islam seluruhnya, maka barang siapa yang berkeyakinan bahwa Allah bertempat dan berarah di atas atau semua arah maka ia telah jatuh pada kekufuran.

TAMSIL ISRA MI’RAJ
Tamsil yaitu  (membuat permisalan, perumpamaan) dalam peristiwa isra’mi’raj
a. Tamsil dalam Isra
- Nabi Muhammad SAW melihat orang memotong padi (panen) terus-menerus, beliau bertanya kepada Jibril: “siapakah Mereka itu?”.
Jibril menjawab : “mereka itu ibaratmu yang gemar memetik pahalanya dari Allah SWT”.
- Melihat orang yang terus-menerus memukul kepalanya Nabi Muhammad bertanya: “siapakan mereka itu ya Jibril?”
Dijawabnya: “mereka itu ibarat umatmu yang enggan bershalat, yang kelak sangat menyesal dengan memukuli kepalanya sendiri terus-menerus sekalipun terasa sakit olehnya”.
- Melihat sebuah kuburan yang sangat harum baunya, Nabi bertanya: “apakah itu ya Jibril?” dijawabnya: “itu kuburan Siti Mashitah dan anaknya. Dia mati disiksa dengan digodok oleh raja Fir’aun, karena ia mempertahankan imannya kepada Allah SWT, sewaktu dipaksa supaya menyembah berhala.”
- Melihat orang yang dihadapannya ada dua macam hidangan, sebelah kanannya makanan lezat dan sebelah kirinya makanan busuk, orang itu dengan lahapnya memilih makanan busuk. Nabi bertanya: “ya Jibril siapakah mereka itu ?” Jibril menjawab: “Ya Rasulullah, itu ibarat ummatmu yang suka membiarkan nafsunya memilih pekerjaan yang buruk dan dosa daripada beramal yang baik dan berpahala”.
b. Tamsil Dalam Mi’raj
- Nabi Muhammad SAW melihat orang yang gagah perkasa, orang itu menengok dan melihat ke kirinya merasa sedih dan menangis tersedu-sedu, tetapi bila menengok dan melihat kekanannya dia berseri-seri gembira dan tersenyum-senyum. Nabi bertanya: “Siapakah orang itu yan Jibril ?” jawab Jibril: “Ya Rasulullah, dia itu bapakmu yang pertama yaitu Nabi adam As. Bila beliau melihat ke kiri sedih, karena melihat anak-cucunya di dunia berbuat jahat dan dosa. Sebaliknya, bila menengok ke kanan merasa gembira, karena melihat anak-cucunya didunia yang berbuat baik dan beramal Shaleh”.

I.PERBEDAAN KERASULAN MUHAMMAD SAW.DENGAN RASUL-RASUL SEBELUMNYA.       
1.      Rasul Muhammad saw.diutus untuk seluruh umat manusia,sedangkan rasul sebelumnya hanya untuk kaum nya saja.
2.      Rasul Muhammad diutus untuk memperbaiki dan menyempurnakan akidah dan akhlak seluruh umat manusia di dunia,sedangkan rasul sebelumnya hanya memperbaiki akidah dan akhlaq kaumnya saja.
3.      Pengajaran nabi Muhammad berlaku sampai akhir zaman,sedangkan pengajaran rasul sebelumnya hanya berlaku pada saat tertentu saja.
4.      Ddnabi Muhammad sebagai rasul dilengkapi dengan sidaf akhlak mulia dan suri tauladan bagi umatnya.
5.      Sebelum Muhammad diangkat menjadi rasul.beliau telah dilengkapi sifat yang mulia.
6.      Semua sifat baik dan mulia terkumpul dalam diri nabi Muhammad ,sehingga beliau disebut uswatun hasanah.
7.      Muhammad saw. Telah memberikan teladan yang paling sempurna bagi manusia dalam segala kehidupan.
8.      Keagungan dan kemuliaan akhlak Muhammad saw. Didasarkan pada ajaran allah.
9.      Muhammad dilengkapi dengan kecakapan tertentu.
10.  Kecakapan Muhammad saw. Dapat menegakkan pokok-pokok dasar susunan masyarakat yang lengkap.
11.  Bangsa arab yang semula jahiliyah telah diubah menjadi masyarakat yang islamiyah.
12.  Muhammad saw. Dtelah memanfaatkan kekuaan batinya untuk mengantarkan manusia dalam kebahagiaan.
13.  Muhammad saw. Menyampaikan ajaran yang lengkap dan sempurna dalam segi agama dan social.
14.  Dalam bidang agama telah diajarkan 3 pokok tiang agama oleh nabi Muhammad saw. Yaitu akidah,akhlak,dan amal saleh.






















BAB III
PENUTUP
A.        KESIMPULAN
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 M.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Kerasulan nabi Muhammad dan berbagai perjuangan dalam menyiarkan agama islam diantaranya beliau hijrah ke taif untuk berdakwah agar penduduk taif beriman kepada allah,kemudian adanya peristiwa isra miraj nabi Muhammad dan  untuk menerima perintah sholat 5 waktu sehari semalam.Dan adapun perbedaan nabi Muhammad dengan rasul sebelumnya,nabi Muhammad merupakan nabi penutup/nabi terakhir yang meluruskan akhlak dan akidah umat islam sampai hari akhir dengan diturunkan nya alquran sebagai mukjizat bagi beliau dari allah s.w.t
B. SARAN
Jadikanlah makalah (Kerasulan nabi muhammad) ini sebagai bahan pelajaran bagi kita, bahwa apapun yang terjadi kita tidak boleh putus asa dan menyerah, tapi kita harus tetap berusaha untuk menghadapinya. Percayalah Allah pasti akan membantu hamba-Nya selama berada di jalan yang Allah Ridhai.






DAFTAR PUSTAKA

[1] Badri yatim, sejarah peradaban islam,( jakarta: Raja Grafindo Persada,1993). Hal 19
[2] Ibid, hal 20
[3]Ibid, hal 22
[4]Ibid, hal 25
[5]SyadHasanKholil, TarikhTasri (Jakarta:SinarGrafika Offset,2009) hal.142
[6][6]Tarmizi, TarikhTasyri`(STAIN:Metro,2011)hal.19
[7]Rosiban Anwar, Ulumul Qur`an (Bandung:PustakaSetia, 2000)hal.104
[8]www.anvira.com(diunduh 13 April 2012)
[9]Tarmizi, TarikhTasyri`(STAIN:Metro,2011)hal.23
[10]Ibid,hal.23
[11]SyadHasanKholil,TarikhTasyri`(Jakarta:SinarGrafika Offset,2009)hal.143
[12]Ibid, hal 144
[13]RosibanAnwar,Ulumul Qur`an(Bandung:Pustaka Setia,2000)hal.110-111
[14]Muhammad Zuhri,TerjemahTarikh  Al-Tasyri` Al-Islami(DarulIkhya)hal.29-30
[15]SyadHasanKholil,Tarikhtasyri`(Jakarta:SinarGrafika Offset,2009)hal.142

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar